Tampilkan postingan dengan label kolam visual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kolam visual. Tampilkan semua postingan

Pemakan Benih



Pemakan Benih,drawing on paper

teko luweh :-)

kartika tikoo



Terjaga,
acrilic on canvas, 110 x 130 cm, 2007

Kartika Prawiro, Baju Kebesaran, 2009




tiko, 150 x 120 cm, AOC, 2009

Meniti Kesadaran, 2007



100X150cm
aoc, 2007

Meniti Kesadaran













Meniti Kesadaran
Acrilik on Canvas
110x150cm
2007

Buaian Cengkraman dan Harapan











Akrilik diatas kanvas
90 X 90 cm
2007

Keadaan yang penuh dengan kepalsuan menyelimuti
hampir semua ruang luar-dalam manusia.
Hati nurani yang kali ini disimbolkan sebagai anak kecil
seolah dinina-bobokan oleh hal-hal yang sudah dianggap wajar.
Terkadang kesadaran memakai hati kecil sebagai rujukan pertimbangan terakhir
tak berfungsi dengan semestinya, dikarenakan telah pulas tertidur.
Tetapi anehnya seolah hatinya hati kecil selalu berdoa untuk selalu tersadar.

Tarian Hujan Dimusim Kemarau


Akrilik diatas kanvas
150 X 70 cm
2007

Terkadang kurang teliti, kurang waspada,
kurang rangkap ilmu yang dipakai dalam melihat suatu hal atau fenomena
membuat membuat manusia cepat puas atau kebalikannya mudah menyerah.
Perihal tersebut akan mudah dimanfaatkan bagi orang-orang pandai
dan memiliki ilmu yang lebih.
Dalam lukisan kali ini keinginan seseorang yang begtu kuat
akan hujan sebagai metafora pelepas dahaga atau penyejuk rohani,
membuat manusia semakin sulit membedakan antara air kencing dengan air hujan.

Nggodani Macan




















150 x 150cm
akrilik diatas kanvas 2008

Deskripsi Karya:
Terdesak, menjadi ketakutan karena menemui hal-hal yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Bertemu dengan sebuah kekuasaan yang represif, merasa unggul disegala lini
menjadikan sang macan sewenang-wenang. Ia mencegat di perempatan jalan,
mengasih tahu jalan-jalan yang baik dan buruk sesuka hatinya. Macan ini kelihatan berbahaya sekali,
dan bagi yang belum tahu seluk beluk dan latar belakang si macan
pasti mudah sekali untuk ditakut-takuti atau bahkan dimakan mentah-mentah.
Jika seseorang melewati jalan itu haruslah terpaksa ber-acting menunduk-nunduk,
meminta ijin untuk lewat.
Ternyata setelah diintip lebih dekat, dan jika kamu tahu,
ternyata macan tersebut macan jadi-jadian, tidak serem, bahkan lucu. Macan itu butuh bermain,
ya akhirnya, asyiknya diladeni untuk bermain saja,
sebelum melanjutkan perjalanan yang lebih jauh.